RSS

Hikmah Setelah Kena Pecat

07 Dec

Berbulan-bulan ga buka blog bikin saya kebingungan..entah mungkin karena koneksi modem saya yang mirip kuya, alias lemot. Heheu

Sejak saya kerja, tepatnya akhir Mei 2011 lalu, saya emang udah ga pernah sempet ngebuka blog ini lagi. Beruntung, saya masih nyimpen semua data kayak ID, email dan passwordnya. Kini, setelah saya resmi menjadi pengangguran lagi, saya bertekad untuk mengisi lagi cerita di blog ini.

By the way, saya mau sedikit cerita perihal ke-pengangguran saya sekarang. Saya baru tau, teman, Jakarta itu kejam! Lebih kejam dari ibu tiri, mungkin. Saya baru aja kerja, dan mulai enjoy ngejalanin-nya, tapi tiba-tiba *jegeeer* saya kena pecat.

Pemecatan mungkin adalah salah satu cara paling ampuh untuk mengatasi krisis di tempat saya kerja waktu itu. Jadi, ceritanya begini ya. Perusahaan tempat saya bekerja ini adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang advertising. Sang direktur adalah seorang duda ganteng berkebangsaan Korea. Saya ga ngejilat dengan mengatakan bahwa si Bos tuh ganteng. Karena memang kenyataannya, si Bos kami itu emang lumayan ganteng di usianya yang 40an.

Terlepas dari kegantengannya, perusahaan kami ini udah beberapa bulan belum ngedapetin klien baru. Otomatis, pendapatan kantor pun menurun, bahkan mungkin hampir ga ada pemasukan. Dengan pertimbangan inilah, si Bos akhirnya memutuskan untuk me-resign-kan 3 orang karyawan sekaligus, yaitu saya dan 2 orang teman lainnya.

Ketika mendapat berita ini, saya mulanya santai aja. Yaaa, mungkin faktor ketidakberuntungan juga kali ya. Mulailah saya ber-positive thinking. Lagipula, saya emang sebel karena sistem kerja orang Korea yang gitu banget (no offense ya). Tapi itulah kenyataannya, mana ada kerjaan yang enak, iya kan?

Sebulan nganggur, ga berarti saya beneran nganggur, saya rajin kok kirim lamaran kerja. Tapi, entah kenapa, saya jadi ga begitu tertarik dengan gemerlapnya Ibu Kota. Ternyata bener kata-kata temen saya kalo Jakarta itu kejam. Saya tau rasanya sekarang.

Saya mungkin cuma satu dari sekian banyak orang yang merasakan hal kayak gini. Lagi butuh duit, butuh pekerjaan, dan ketika dapet, saya kena pecat. Meski jauh dalam lubuk hati saya berkata, “Mungkin ini emang jalannya. Bersakit-sakit dahulu, baru sukses kemudian. Capek ama sakit hati dulu kali ya, baru deh bisa sukses, kaya dan bahagia.

Meski sempat kesel dan sakit hati karena semua pertanyaan kadang muncul ketika saya lagi ngelamun, saya harus bisa bangkit! Masih banyak keinginan dan cita-cita yang harus bisa saya capai. Dan ada banyak jalan menuju ke sana. Bukan cuma dengan jadi pegawai tertindas. Toh ternyata, sedikit ngeluangin waktu di rumah, dan bukannya di kantor, lebih enak, saya bisa eksplor beberapa hobi yang ternyata bisa sedikit menghasilkan uang. Sedikit, tapi batin rasanya puas. Hehe. Mungkin ini satu dari sekian banyak hikmah setelah dipecat ya. Alhamdulillah, mudah-mudahan selalu bisa jadi hamba yang senantiasa bersyukur…

gambar: google images

 
Leave a comment

Posted by on December 7, 2011 in diary berdarah

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: