RSS

Introspeksi Diri = Be Better

Artikel yang saya tulis di bawah ini sebenarnya digunakan sebagai bagian dari salah satu tugas saya. Ya, berhubung ga kepake dan ga kepublish juga, mending saya posting di blog saya aja deh. Mudah-mudahan berguna kalo sempet dibaca. Enjoy!

Introspeksi Diri = Be Better

Tahun baru biasanya identik dengan segudang wishlist. Namun, sebelum berencana untuk menyusun target-target baru, ada baiknya kamu melakukan salah satu hal penting yaitu berintrospeksi diri.

Namanya aja introspeksi diri, tentunya berhubungan langsung dengan diri sendiri, bukan orang lain. Introspeksi diri nggak melulu berhubungan dengan kesalahan yang udah kita lakukan. Meski pun biasanya kita akan berintrospeksi diri setelah melakukan kesalahan. Tujuan utama berintrospeksi diri adalah agar kita bisa berkaca pada kesalahan di masa lalu supaya nggak kembali terulang di masa depan.

Karena sifatnya yang selalu terkesan ‘nempel’ dengan kesalahan, jadilah introspeksi diri sebagai bagian dari penyesalan. Kalo udah nyesel menye-menye gini ujung-ujungnya pasti galau. Padahal, introspeksi diri harusnya dijadikan jalan agar kita bisa jadi lebih baik akan kesalahan atau semua hal yang pernah kita perbuat. Paling nggak, jadi orang yang lebih baik bisa bikin hidup kita lebih berguna kan, baik bagi diri sendiri atau bagi orang lain.

Introspeksi diri mungkin sering kita dengar dalam hubungan percintaan, padahal berintrospeksi diri harusnya kita lakukan dalam semua aspek kehidupan. Nah, momen akhir tahun rasanya pas banget ya sebagai ajang berintrospeksi diri. Berikut ada beberapa aspek kehidupan yang mungkin bisa ngingetin kamu untuk jadi lebih baik lagi.

Keluarga

Sadar atau nggak, pasti deh tiap minggu selalu bangun siang. Belum lagi setelah itu nonton TV atau DVD seharian. Tiap disuruh mandi atau beres-beres rumah pasti ngeles panjang lebar. Pernah kepikir nggak, kalo tiap minggu kamu selalu bikin mama mengurut dada?

Pendidikan

Coba inget lagi deh, kapan terakhir kali kamu nyontek saat ujian? Kesannya sepele, tapi jauh dalam lubuk hati, pasti kamu nyesel deh udah nyontek. Kamu mungkin dapat nilai bagus, tapi nilai bagus nggak akan ada artinya saat kamu mendapatkannya dengan nggak jujur. Coba bayangin temen kamu yang udah belajar mati-matian demi nilai ujian itu. Coba juga bayangin temen-temen lain yang nggak bisa belajar karena sekolahnya yang roboh atau letaknya jauh di seberang jurang. Sedangkan kamu, bisa sekolah dengan nyaman, tapi malah meyia-nyiakan kesempatan belajar.

Lingkungan

Mungkin kamu udah menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Lalu gimana dengan orang lain? Teman atau pacar kamu misalnya? Lalu sudahkah kamu mengaplikasikan 4R; Reduce, Reuse, Recycle dan Refuse? Memelihara lingkungan bukan cuma jadi tugas pemerintah. Itu juga tugas kita semua. Merusak lingkungan adalah kesalahan terbesar umat manusia yang paing nggak kita sadari.

Finansial

Masih suka bohong soal jumlah uang buku atau fotokopian? Atau memakai uang tabungan untuk beli tas super lucu saat windows shopping? Well, it happens to almost all people. Malah kadang ada juga yang memaksakan diri untuk beli barang branded demi gaya dan dia memakai seluruh tabungannya, or even berhutang. Pernah seperti ini?

Mungkin beberapa contoh di atas hanya secuil daftar kecil untuk kemudian bisa kita renungkan. Meski berintrospeksi diri bisa dilakukan almost everytime, nggak ada salahnya kalo kita mulai mengintrospeksi diri di momen akhir tahun seperti sekarang ini. Malah, ada ajaran agama yang menganjurkan umatnya untuk selalu mengingat semua kesalahan yang telah mereka perbuat pada hari itu sesaat sebelum tidur. Gunanya, agar mereka bisa menyadari kesalahan yang telah diperbuat agar tidak terulang keesokan harinya. Intinya, tetap pada niat awal kamu. Apalagi, akhir tahun sepertinya jadi momen yang paling pas untuk menutup semua buku dosa.

Seperti yang telah dibahas di awal, introspeksi diri bisa bikin hidup kita jauh lebih baik dan berkualitas because we could learn how to be a better person. Even donkey won’t fall on the same hole, and so do we. Jadi, yuk kita ramai-ramai jadi orang yang lebih baik lagi dengan rajin-rajin berintrospeksi diri!

 
Leave a comment

Posted by on December 24, 2011 in shared things

 

Tags: , , ,

Hikmah Setelah Kena Pecat

Berbulan-bulan ga buka blog bikin saya kebingungan..entah mungkin karena koneksi modem saya yang mirip kuya, alias lemot. Heheu

Sejak saya kerja, tepatnya akhir Mei 2011 lalu, saya emang udah ga pernah sempet ngebuka blog ini lagi. Beruntung, saya masih nyimpen semua data kayak ID, email dan passwordnya. Kini, setelah saya resmi menjadi pengangguran lagi, saya bertekad untuk mengisi lagi cerita di blog ini.

By the way, saya mau sedikit cerita perihal ke-pengangguran saya sekarang. Saya baru tau, teman, Jakarta itu kejam! Lebih kejam dari ibu tiri, mungkin. Saya baru aja kerja, dan mulai enjoy ngejalanin-nya, tapi tiba-tiba *jegeeer* saya kena pecat.

Pemecatan mungkin adalah salah satu cara paling ampuh untuk mengatasi krisis di tempat saya kerja waktu itu. Jadi, ceritanya begini ya. Perusahaan tempat saya bekerja ini adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang advertising. Sang direktur adalah seorang duda ganteng berkebangsaan Korea. Saya ga ngejilat dengan mengatakan bahwa si Bos tuh ganteng. Karena memang kenyataannya, si Bos kami itu emang lumayan ganteng di usianya yang 40an.

Terlepas dari kegantengannya, perusahaan kami ini udah beberapa bulan belum ngedapetin klien baru. Otomatis, pendapatan kantor pun menurun, bahkan mungkin hampir ga ada pemasukan. Dengan pertimbangan inilah, si Bos akhirnya memutuskan untuk me-resign-kan 3 orang karyawan sekaligus, yaitu saya dan 2 orang teman lainnya.

Ketika mendapat berita ini, saya mulanya santai aja. Yaaa, mungkin faktor ketidakberuntungan juga kali ya. Mulailah saya ber-positive thinking. Lagipula, saya emang sebel karena sistem kerja orang Korea yang gitu banget (no offense ya). Tapi itulah kenyataannya, mana ada kerjaan yang enak, iya kan?

Sebulan nganggur, ga berarti saya beneran nganggur, saya rajin kok kirim lamaran kerja. Tapi, entah kenapa, saya jadi ga begitu tertarik dengan gemerlapnya Ibu Kota. Ternyata bener kata-kata temen saya kalo Jakarta itu kejam. Saya tau rasanya sekarang.

Saya mungkin cuma satu dari sekian banyak orang yang merasakan hal kayak gini. Lagi butuh duit, butuh pekerjaan, dan ketika dapet, saya kena pecat. Meski jauh dalam lubuk hati saya berkata, “Mungkin ini emang jalannya. Bersakit-sakit dahulu, baru sukses kemudian. Capek ama sakit hati dulu kali ya, baru deh bisa sukses, kaya dan bahagia.

Meski sempat kesel dan sakit hati karena semua pertanyaan kadang muncul ketika saya lagi ngelamun, saya harus bisa bangkit! Masih banyak keinginan dan cita-cita yang harus bisa saya capai. Dan ada banyak jalan menuju ke sana. Bukan cuma dengan jadi pegawai tertindas. Toh ternyata, sedikit ngeluangin waktu di rumah, dan bukannya di kantor, lebih enak, saya bisa eksplor beberapa hobi yang ternyata bisa sedikit menghasilkan uang. Sedikit, tapi batin rasanya puas. Hehe. Mungkin ini satu dari sekian banyak hikmah setelah dipecat ya. Alhamdulillah, mudah-mudahan selalu bisa jadi hamba yang senantiasa bersyukur…

gambar: google images

 
Leave a comment

Posted by on December 7, 2011 in diary berdarah

 

Tags: , , ,

The Death of Mida

Innalillahi wa inna ilaihirajiuun. Sebenarnya, kematian Mida sudah berlangsung cukup lama. Mungkin sekitar bulan Juni atau Juli kemarin. Sedih, pasti lah. Siapa coba yang ga sedih ditinggal kekasih yang selalu menemani. Mungkin, saya juga yang jahat, kadang saya cuek banget sama dia. Ga perhatian, ga pernah memenuhi kebutuhannya. Kini, ketika dia akhirnya tiada, saya menyesal.

Entah dia adalah kekasih saya yang keberapa. Saya lupa. Karena begitu banyaknya yang saya cintai, termasuk dirinya. Kini, keberadaannya ada di rumah tukang service elektronik..

Hmm, ya Mida bukanlah seseorang, tapi ‘sesuatu’ *ala Syahrini*

Hehe, dia adalah laptop saya yang udah bertaun-taun hidup bareng sama saya. Semua tugas berat kala saya kuliah, ya dikerjainnya sama dia. Tuh, betapa dia sangat loyal menemani saya.

Ketika awal kematiannya, saya ga rela. Semuanya ada disitu. Begitu pula data-data penting seperti foto, film, skripsi (ini sih ga penting-penting amat), dan lagu-lagu yang udah saya kumpulin bertaun-taun. Pas mo dibenerin ke tukang service, saya ga rela. Takut foto-foto saya yang unyu-unyu diperiksain tukang servis. Tapi kemudian mikir lagi, mungkin aja kan kalo si Mida sembuh? Trus kita bisa maen bareng lagi.

Dan akhirnya dibawalah si Mida ke tukang servis pertama. Singkatnya, tukang yang pertama gagal. Kami terus mencari pertolongan untuk Mida. Sayangnya, sampai pada tukang servis yang ketiga, Mida tak kunjung sembuh.

Saya desperate. Saya ga bisa hidup tanpa Mida. Berbekal uang gajian saya, saya membeli pengganti Mida. Saya belum sempet ngasi nama buat si pengganti Mida, karena saya merasa, Mida pasti bisa sembuh. Meskipun mungkin saya harus membayar mahal untuk hal itu.

Farewell, Mida. I love you… cepet sembuh sayang..

 
Leave a comment

Posted by on December 3, 2011 in diary berdarah

 

Kritis ala Mahasiswa

Mahasiswa mungkin adalah makhluk paling kritis di Indonesia.. (setau gw sih)

Semua dikritisi (baca: dikeluhkan) … harga cabe, beasiswa telat turun, dosen galak, skripsi susah, sampe harga potokopian yg yang digit 0-nya cuma atu atau dua biji.

Sore ini, gw sempet berdebat ama seorang mahasiswa di kampus gw. Lewat twitter sih. Dia ngeluh soal harga potokopian skripsi yang katanya muahal. Men, cuma 300 perak doang kali.. Ga ampe berjuta-juta! Kecuali elo motokopi buanyak :D . Tapi yah, intinya dia ngerasa harga itu ga sebanding lah, kemahalan cuma buat lembaran kertas, soalnya di potokopian biasa kan cuma cepek.. more…

 
Leave a comment

Posted by on April 15, 2011 in diary berdarah

 

Jujun’s Love Story (Part 2)

Akhir semester enam, gw lagi sibuk-sibuknya ngurusin mata kuliah KKN (Kuliah Kerja Nyata). Sore itu, gw udah janjian ama temen-temen sekelompok KKN gw. Ada banyak banget orang, dan gw ga pernah nyangka bakal ketemu lagi ama si aa item itu. Iyah, si aa item anak geografi itu lho. Yang waktu itu ngeprint peta di warnet tempat gw jaga. Haha, beneran ga nyangka ketemu dia lagi. Ketika dia nyapa gw duluan, sebenernya gw agak bingung karena gw lupa (lagi) ama dia. Dia cuma manggil gw dengan sebutan “teteh op warnet”. Dan sangat annoying kalo menurut gw sih. more…

 
Leave a comment

Posted by on April 10, 2011 in love stories

 

I Lop Banung :D

Hari ini, tanggal 8 April. Tinggal beberapa hari lagi gw wisuda, which will be the day to remember. Kalo orang laen, mungkin lagi sibuk-sibuknya nyari pendamping wisuda kali yah? Buat gw, itu bukan perkara sulit, soalnya gw udah punya pendamping wisuda (haha, pamer ceritanya :D )

Anyway, satu hal yang sekarang gw lagi pikirin adalah saat ketika gw harus meninggalkan kota yang sangat indah ini… Bandung. Hmmm…gw pasti bakal kangen banget ama Bandung. Sebenernya emang ada rencana buat cari mata pencaharian di Bandung, tapi mau gimana lagi? Orang tua gw ga setuju kalo gw tinggal jauh. Kasian katanya. Jadilah gw akan mencari uang di hometown gw, Depok. more…

 
Leave a comment

Posted by on April 8, 2011 in diary berdarah

 

only thought

What’s the best thing you could have?
Being rich and famous?
Having those red ferraris and silicone in your boobs so that people will adore you?
Or maybe living in a small town, with lovely kids around..
yeah, everything is yours, your choices.
I do choose, but parents seem to ignore all ideas.
Why do they have to do that?
Ok, when I was twelve, I’ll assume that it’s ok. but now I am 23… why can’t I have my own opinion about my future?

 
Leave a comment

Posted by on April 7, 2011 in diary berdarah

 

Jujun’s Love Story (Part 1)

Kisah ini dimulai ketika gw mulai jagain warnet punya temen gw. Saat itu, gw masih kuliah tingkat tiga. Sebelomnya, gw emang ngga punya pengalaman atau skill khusus dalam dunia per-warnet-an. Tapi, ya paling ngga, gw ngerti komputer. Dulu gw jaga tiap hari Jum’at sama Sabtu, dari jam 6 pagi ampe jam 2 siang. Sebagai satu-satunya operator (OP) cewek di warnet itu, gw ga pernah punya masalah dengan siapapun. Yah, dulu pernah sempet ketipu sih, tapi ah… sudahlah. Anggep aja itu pengalaman buruk pas lagi kerja :D .

Pengalaman paling annoying adalah ketika diajak kenalan ama cowok (haha, sombong banget gw!). Sebenernya sih seneng-seneng aja, secara waktu itu lagi jomblo :p tapi dulu tuh, si cowok yang sok akrab itu nongkrong di meja OP dan ngeliatin gw online! Risih kan? Ngewarnetnya aja cuma bentar, tapi ngajak ngobrolnya ngalor ngidul. Itu yang annoying, yang biasa aja juga ada.

Nah, suatu hari… (sound effect: jeng jeng jeng..!!) datanglah si cowok ini. more…

 
4 Comments

Posted by on April 4, 2011 in love stories

 

Tags: , ,

Bulu Ketiak

muluuus yah?

Bulu ketiak atau yang biasa kita sebut ‘ketek’.

Jadi sebenernya, apa sih bulu ketiak itu?? Ga mungkin ngga ada yang tau. Ketek, atau ketiak (armpit, dalam bahasa Inggris) adalah salah satu bagian tubuh manusia antara lengan dan bahu. Bagian tubuh ini juga ditumbuhi bulu (kadang halus, tapi banyak juga yg lebat :D ) yang fungsinya adalah untuk melindungi kulit dari kotoran dan bakteri. Bulu ketiak ini juga melindungi kita dari zat racun yang akan masuk dari luar tubuh. Buat para wanita, terutama, bulu ketiak berfungsi untuk melindungi organ vital terdekat, yaitu payudara dari resiko penyakit kanker. more…

 
5 Comments

Posted by on March 27, 2011 in FYI

 

Tags: , ,

Pengalaman Pertama Interview

Interview, interpiyu, atau bahasa Indonesianya “wawancara”. Kayak gimana sih?

Oke, gw ceritain dari awal yah. Setelah akhirnya dapet gelar Sarjana akhir bulan Februari lalu, gw nyoba-nyoba ngelamar kerjaan, jadi Editor, di salah satu penerbit buku pelajaran sekolah di Bandung. Yah, pertamanya biasalah, ngasi lamaran langsung kesana, sempet nyasar pula. Untung si ojek cinta agak sabar nganterinnya. hihihi :*

more…

 
Leave a comment

Posted by on March 27, 2011 in diary berdarah

 

Tags: ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.